JKNTIMES

Berita Terkini Dan Informasi Akurat

Singkawang Akan Dirikan Bandara, Rumah Adat Hingga Masjid Raya

Spread the love

Sebagai kota wisata, Singkawang akan membangun banyak infrastruktur baru yang merusak wisatawan, mulai dari bandara, masjid agung ke rumah-rumah tradisional Cina.

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengungkapkan rencananya untuk pembangunan infrastruktur yang harus dilakukan. Ada bandara baru, masjid besar di rumah Cina tradisional.

Pembangunan Bandara Di Kota Singkawang

“Berkenaan dengan infrastruktur, seperti bandara, kami memiliki kompensasi lahan dan menghabiskan anggaran Rp. 110 miliar dan siap dibangun di lintasan,” kata Chui Mie di Devriktravel di kantornya, Jalan Firdaus No. 1 Singkawang, awal minggu.

Selain bandara, Chui Mie juga akan membangun pasar beringin. Kemudian di pasar ini, wisatawan dapat mengunjungi, kopi, bahkan berbelanja dengan nyaman.

“Apa yang akan kita lakukan adalah membangun pasar, yaitu Pasar Banyan. Prosesnya berjalan. Pada bulan Maret atau April, itu mulai konstruksi. Pasar bersih, kering. Pasar di mana pengenalannya dapat minum kopi, menunggu istrinya. Untuk melakukan pembelian dan dapat dikunjungi oleh wisatawan di Kota Singkawang, “kata Chui Mie.

Pembangunan Tempat Ibadah

Tak kalah menarik, Singkawang akan membangun 3 pintu dengan tema yang berbeda untuk pergi ke 3 kota secara langsung berdekatan dengan kota seribu kuil, yaitu Bengkayang, Sambas dan Pontiank.

“Kalau begitu kita akan bangun lagi. Gerbang Sambas memasuki kota Melayu Singkawang. Kemudian kota Bengkayang memasuki nuansa Singkawang Dayak. Kemudian Pontianak masuk Singkawang adalah perasaan Cina,” tambahnya.

Selain itu, Chui Mie juga akan membangun masjid peringkat tinggi yang terletak di seberang kantor Walikota Singkawang.

“Apa prosesnya dan harus diselesaikan adalah masjid besar di depan kantor walikota, dengan biaya sekitar 50 miliar orang. Ini harus diselesaikan pada akhir 2022,” katanya.

Akhirnya, ada rumah tradisional Cina yang juga akan dibangun Chui Mie. Dia berharap semuanya akan bekerja dengan baik dan selesai dalam waktu.

“Akhirnya adalah rumah Cina tradisional. Tolong doakan, saya harap apa yang kami rencanakan, kami menargetkan dapat selesai dalam waktu,” pungkasnya.

Menurut JKNTIMES.COM Kota Singkawang dapat dikatakan miniatur Indonesia. Semua kelompok etnis berada di kota ini. Mereka semua hidup berdampingan secara damai. Apa ceritanya?
Singkawang adalah kota dengan perluasan régence Sambas di provinsi Kalimantan Barat. Kota ini memiliki luas 504 kilometer persegi yang terdiri dari 5 kecamatan dan 26 desa.

Di masa lalu, Singkawang adalah ibu kota Sambas. Tetapi sejak 17 Oktober 2001, Singkawang tetap sendirian di sebuah kota.

Tetapi sebelum itu, Singkawang sudah ada dan membentuk peradabannya sendiri dan budayanya sendiri. Dengan mayoritas kelompok etnis Cina, ada proses akulturasi budaya yang unik di Singkawang. Semakin banyak kelompok etnis lainnya di kota ini, menjadikan kota ini multi etnis dan menjadi minat di Indonesia.

“Singkawang adalah multietnis, miniatur Indonesia. Kami adalah berbagai kelompok etnis di kota Singkawang. Singkawang adalah yang paling harmonis antara suku-suku yang ada dan kelompok etnis,” kata Tjhai Chui Mie, Walikota Singkawang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.