JKNTIMES

Berita Terkini Dan Informasi Akurat

Mau Tahu Tempat Menyimpan STNK Motor Yang Aman?

Spread the love

Mau Tahu Tempat Menyimpan STNK Motor Yang Aman? – Bagasi sepeda motor dapat menjadi tempat yang aman untuk menyimpan barang-barang kecil yang dibutuhkan untuk pengendara. Namun, semua barang tidak dapat ditempatkan dalam bagasi sepeda motor. Beberapa item sebenarnya dapat rusak jika mereka disimpan dalam bagasi, terutama untuk waktu yang lama, misalnya ponsel. Barang nasib lain seperti portofolio dan uang juga tidak disarankan untuk disimpan dalam bagasi sepeda motor. Elemen yang sering disimpan dalam kantong sepeda motor adalah nomor kendaraan (STNK). Namun, sebenarnya ada tempat yang disarankan lebih aman dibandingkan dengan koper sepeda motor.

Letak Paling Tepat Menyimpan STNK Motor Yang Aman

“STNK harus berpegang pada kunci pengapian,” kata Sony Susmana, Direktur Pelatihan Konsultan Advokasi Keamanan Indonesia (SDCI) saat menghubungi Kompas.com, Jumat (4/2/2022) Simpan stnk serta kunci engine cukup aman, karena pengguna selalu dapat membawa kunci motor bahkan ketika sepeda harus dibiarkan. “Pemisahan kunci pengapian dapat ditinggalkan atau bersarang, terutama ketika dilemparkan,” kata Sony.

Kemudian save stnk di koper sepeda motor juga akan menyulitkan sepeda motor ketika sepeda dicuri. Sebagai stnk dan kunci mesin dapat membantu proses klaim asuransi ketika mesin dicuri atau hilang. Jika STNK disimpan dalam bagasi sepeda motor, akan sangat sulit untuk mengurus kehilangan sepeda motor ketika sepeda sudah dicuri. Oleh karena itu disarankan untuk menghemat STNK dengan kunci mesin.

Jangan Lupa Blokir STNK Motor Setelah Menjual Motor

Ada satu hal yang akan JKNTIMES.COM sampaikan yang mungkin sering dilewatkan ketika seseorang menjual kendaraan ke orang lain, yaitu memblokir nomor kendaraan (STNK). Blok STNK harus dilakukan jika kendaraan telah dijual atau dipindahkan ke orang lain. Tujuannya adalah untuk menghindari berbagai masalah mengenai pajak dan legalitas. Blok STNK sangat penting selama hidup di wilayah yang telah menetapkan tarif pajak progresif.

Badan Hubungan Masyarakat Regional (BAPENDA) DKI Jakarta Herlina Ayu mengatakan, Blocking STNK harus benar-benar dilakukan jika kendaraan bermotor dijual kepada orang lain. Dengan menghapus data di STNK, ada keuntungan terpisah bagi pemilik sebelumnya, yang bebas dari pajak progresif jika kemudian membeli kendaraan baru. “Kami menyarankan pemilik kendaraan yang menjualnya kepada orang lain untuk segera memblokir STNK, untuk menghindari pajak progresif,” kata Herlina di Kompas.com baru-baru ini. Herlina menambahkan, DKI Jakarta telah menerapkan pajak progresif dalam beberapa tahun terakhir. Jadi jika pemilik kendaraan akan membeli kendaraan dengan jenis yang sama dan nama dan alamat akan menjadi pajak progresif.

Ini konsisten dengan Peraturan Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 tentang Amandemen Peraturan Daerah 2010 8 tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor. “Dalam aturan, dijelaskan bahwa tarif pajak progresif berlaku untuk pemilik kendaraan atas nama nama dan alamat yang sama untuk jenis kendaraan,” katanya. Untuk jumlah tarif pajak progresif sesuai dengan peraturan adalah beberapa 0,5% untuk yang kedua. Properti dan gandakan 0, 5% untuk kendaraan berikutnya, maksimum 17 dengan besarnya 10%.